2026-01-19 10:00:00
KOMPAS.com – Teknik sederhana bernama butterfly hug disebut mampu membantu meredakan stres dan kecemasan hanya dalam hitungan menit, tanpa alat khusus dan bisa dilakukan kapan saja.
Latihan ini kini kembali mendapat perhatian karena dinilai efektif menenangkan sistem saraf dan membantu kesehatan mental, terutama di tengah tekanan hidup sehari-hari.
Baca juga: Dokter Jelaskan Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Mental, Bantu Redakan Stres
Apa itu butterfly hug?
Butterfly hug adalah latihan terapeutik yang digunakan untuk membantu mengatasi rasa cemas, stres, dan perasaan kewalahan.
Teknik ini berasal dari pendekatan terapi Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR), yang kerap digunakan dalam penanganan trauma dan gangguan kecemasan.
Secara sederhana, butterfly hug berfungsi sebagai latihan grounding atau menenangkan diri saat pikiran terasa kacau.
“Mulailah dengan menarik napas dalam, lalu silangkan kedua tangan di dada dengan ujung jari menyentuh bagian bawah tulang selangka,” ujar Hillary Schoninger, LCSW, seperti dikutip dari Today.
Setelah itu, tutup mata dan ketuk dada secara bergantian dengan kedua tangan, seolah menirukan gerakan sayap kupu-kupu yang mengepak.
Baca juga: Pakar IPB: Forest Bathing Efektif Redakan Stres dan Tingkatkan Imunitas Tubuh
Manfaat butterfly hug pada kesehatan mental
Menurut Schoninger, gerakan sederhana ini membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yaitu bagian dari sistem saraf yang berperan menenangkan tubuh.
“Saat berada di zona ini, tubuh dan emosi menjadi lebih rileks, sekaligus menurunkan kadar kortisol, hormon utama pemicu stres,” jelasnya.
Itulah sebabnya butterfly hug kerap direkomendasikan sebagai teknik cepat untuk meredakan kecemasan di situasi mendesak.
Baca juga: Gaya Hidup Serba Cepat dan Stres, Kombinasi Mematikan bagi Jantung
Teknik lain untuk mengatasi stres
Selain butterfly hug, para ahli kesehatan mental juga merekomendasikan beberapa teknik lain yang dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Neurosaintis dari UCLA, Jack Feldman, mengembangkan teknik physiological sigh, yaitu menarik napas dua kali pendek melalui hidung lalu mengembuskannya perlahan lewat mulut.
“Teknik ini dapat membantu menurunkan respons stres secara real-time dan menjadi salah satu cara tercepat untuk menenangkan diri,” ujar Susan Zinn, psikoterapis berlisensi.
Ada pula teknik silent yelling, yaitu menirukan ekspresi berteriak tanpa suara untuk menyalurkan emosi intens tanpa melukai diri atau orang lain.
Neurosaintis Carolyn Leaf, PhD, menyebut latihan ini sebagai cara mengalihkan energi emosional berlebih ke respons fisik yang lebih netral.
Baca juga: Mahathir Mohamad yang Berusia 100 Tahun Bagi Tips Atasi Stres
Peran pernapasan dan visualisasi
Teknik lain yang dinilai efektif adalah rainbow breathing, variasi latihan pernapasan yang dipadukan dengan visualisasi warna.
“Menambahkan unsur visual dan gerakan membantu otak lebih fokus, sehingga tubuh lebih mudah tenang,” kata Reena B. Patel, psikolog dan analis perilaku bersertifikat.
Selain itu, berjalan santai dengan penuh kesadaran atau mindfulness walk juga dapat membantu mengurangi stres dengan membawa pikiran kembali ke kondisi saat ini.
Andrea T. J. Ross, PhD, menyebut latihan ini membantu mengurangi kecemasan dengan mengalihkan perhatian dari pikiran tentang masa lalu atau masa depan.
Baca juga: Ini Fakta Pentingnya Mengelola Stres dengan Baik
Stres tak bisa dihindari, tapi bisa dikelola
Para ahli sepakat bahwa stres adalah respons alami tubuh dan tidak mungkin dihindari sepenuhnya.
Namun, teknik sederhana seperti butterfly hug dan latihan pernapasan dapat membantu mengurangi dampaknya pada tubuh dan kesehatan mental.
Dengan latihan rutin, respons stres yang awalnya terasa berat dapat dikelola dengan cara yang lebih sehat dan terkendali.
Baca juga: Menurut Dokter Ini Tanda Stres Sudah Butuh Bantuan Ahli
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang