Pedagang Es Gabus di Kemayoran Dituduh Gunakan Spons, Hasil Lab Aman
Seorang pedagang es gabus bernama Suderajat dituduh oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai aparat kepolisian dan TNI menjual es yang terbuat dari spons di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa dagangannya aman untuk dikonsumsi.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026. Suderajat menjelaskan bahwa ia mulai berjualan sekitar pukul 04.00 WIB setelah mengambil es gabus dari sebuah pabrik rumahan di Depok Lama. Ia kemudian berjualan di sekitar sekolah-sekolah di Kemayoran.
Tuduhan dan Perusakan
Menurut Suderajat, sekitar pukul 10.00 WIB, empat hingga lima orang menghampirinya dengan alasan ingin membeli es gabus. Setelah membeli, mereka mulai menginjak-injak es tersebut dan menuduhnya mengandung racun. “Pertama (mereka) datang beli es kue, terus es-nya dibejek-bejek. Kata bapaknya itu es racun,” ujar Suderajat saat ditemui Kompas.com.
Para penuduh mengklaim bahwa es gabus tersebut terbuat dari spons dan memiliki tekstur seperti kapas bedah.Setelah dihancurkan, es gabus itu dilemparkan ke wajah Suderajat, menyebabkan luka gores di pipinya.
Hasil Laboratorium dan Bantuan dari Kapolres Depok
Setelah kejadian, es gabus yang dijual Suderajat diuji di laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa es tersebut aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti spons. Kapolres Depok kemudian memberikan bantuan berupa sepeda motor kepada Suderajat sebagai bentuk dukungan dan kepedulian.
Key Takeaways
- Seorang pedagang es gabus di Kemayoran dituduh menggunakan spons sebagai bahan baku.
- Hasil uji laboratorium membuktikan bahwa es gabus tersebut aman dikonsumsi.
- Pedagang mengalami perusakan barang dagangan dan kekerasan fisik akibat tuduhan tersebut.
- Kapolres Depok memberikan bantuan kepada pedagang sebagai bentuk dukungan.