Garuda Indonesia Faces Unequal Flight Agreement with Singapore Airlines

2026-02-26 09:58:00


Jakarta

BPI Danantara menyatakan penerbangan Garuda Indonesia di Singapura mengalami sejenis penindasan. Sebab, perbandingan frekuensi terbang antara Garuda dengan Singapore Airlines untuk rute Indonesia dan Singapura mengalami ketimpangan yang jauh berbeda.

Menurut Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas menjelaskan Indonesia memiliki kesepakatan resiprokal bisnis dengan berbagai negara dalam urusan penerbangan.

Bila maskapai Indonesia ingin membuka penerbangan langsung ke suatu negara, maka sebagai timbal balik negara tersebut maskapainya juga dapat membuka penerbangan ke Indonesia.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu juga dengan Singapura, karena Garuda Indonesia membuka penerbangan langsung, Singapore Airlines pun diperbolehkan untuk membuka penerbangan langsung ke Indonesia. Masalahnya frekuensi penerbangannya timpang, Garuda hanya membuka 1-2 kali penerbangan per hari saat Singapore Airlines bisa melakukan 6-8 penerbangan per hari.

“Kali ini Indonesia tertindas nih resiprokalnya, Singapore Airlines per hari dengan pesawat besar ya A330-300 rata-rata sih. Dia bisa ke sini 6-8 kali per hari, Garuda ke sana cuma 1-2 kali per hari,” papar Rohan dalam diskusi di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2026).

Rohan menilai Singapore Airlines berhasil memaksimalkan banyaknya frekuensi penerbangan itu sebagai sumber pendapatan. Sementara Garuda tidak dapat melakukan hal tersebut.

“Sekitar 65% pendapatan Singapore Airlines datang dari rute yang 6-8 kali dari Indonesia itu dibanding dia ke New York dan sebagainya. Karena ke sana beban bersaing sama Qatar Airways sama Emirates dan sebagainya tinggi, jadi untungnya terlalu tipis di long haul,” jelas Rohan.

Dia bilang Danantara dan Garuda akan berupaya untuk menyesuaikan kesepakatan resiprokal soal penerbangan tersebut agar lebih seimbang dan tidak timpang.

“Itu yang harus diperbaiki, itu reciprocal agreementnya ada. Masing-masing airline itu pasti punya di seluruh dunia juga begitu. Jadi reciprocal-nya mau diseimbangkan,” ungkap Rohan.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan porsi penerbangan internasional bagi Garuda Indonesia. Selain Singapura, Danantara juga mengincar beberapa negara lain untuk ditingkatkan frekuensi penerbangannya. Mulai dari Australia, Jepang Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Belanda.

Lihat juga Video Singapore Airlines Terus Optimalkan Pelayanan demi Kenyamanan dan Kepuasan Pelanggan

(acd/acd)

Leave a Comment